Selasa, 10 Juli 2012

Filsafat Ilmu


PENDAHULUAN
Filsafat merupakan dasar bagi semua ilmu pengetahuan, karena semua ilmu yang ada itu diawali dengan berfilsafat. Filsafat itu mempunyai peran yang besar dan bagiannya pun banyak, seperti filsafat agama, filsafat pendidikan dan lainnya. Di dalam makalah ini saya akan membahas filsafat ilmu yang merupakan cabang dari filsafat.
Di filsafat ilmu itu  yang saya bahas adalah ilmu pengetahuan sebagai system tertutup dan sebagai system terbuka. Adapun rumusan masalah makalah ini sebagai berikut:

1.      Pengertian
2.      Filsafat Umum
3.      Filsafat Ilmu


PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Ilmu pengetahuan adalah yang bertujuan mencapai kebenaran ilmiah tentang objek tertentu, yang diperoleh melalui pendekatan atau cara pandang, metode, dan sistem tertentu.
Sistem adalah kumpulan atau group atau komponen apapun baik phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu.
Istilah system diartikan sebagai suatu konsep yang abstrak. Definisi secara sederhana menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan[1].
Sistem asal katanya “system” yang diterjemahkan oleh Wong dan Raulerson diartikan sebagai suatu perangkat dari bagian-bagian yang diikat atau dipersatukan oleh beberapa bentuk hubungan saling mempengaruhi. Contohnya system tata surya, system perencanaan, sisitem kekerabatan.
B.     Filsafat Umum
Filsafat merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu hal dengan berfikir, meneliti secara mendalam sesuai kemampuan manusia. Banyak segala sesuatu hal itu didasari oleh filsafat. Kita ketahui bahwa semua ilmu itu induknya adalah filsafat. Maka dalam makalah ini akan sedikit menjelaskan filsafat secara umum dan kemudian memasuki bagian filsafat ilmu. Adapun yang dibahas meliputi: pengertian, hubungan filsafat dengan kebudayaan dan lingkungan, manfaat atau guna filsafat.
1.      Pengertian Filsafat
Filsafat, kata ini sering terdengar oleh kita. Tapi kita mungkin masih bingung dan bertanya-tanya apa itu filsafat, apa sih maksud filsafat itu. Nah disinilah saya akan memberi tahu pengertian filsafat sebisa saya dan mungkin ada juga yang sudah tahu apa itu filsafat. Jadi kata filsafat kalau dari bahasa Arab yaitu falsafah yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata philosophy. Sedangkan kata filsafat itu berasal dari bahasa Yunani yaitu philosophia, kata tersebut terdiri dari kata philen yang berarti cinta (love) dan shopia yang berarti kebijaksanaan (wisdom). Sehingga secara etimologis filsafat berarti cinta kebijaksanaan (love of wisdom). Seorang pencinta atau pencari kebijaksanaan atau ahli filsafat disebut filsuf[2].
Ada juga yang berpendapat bahwa filsafat secara harfiah mengandung arti kegandrungan mencari hikmah kebenaran dan arif kebijaksanaan dalam hidup dan kehidupan. Maka dapatlah dikatakan bahwa secara etimologis filsafat berarti mencintai kebijaksanaan dan menambakan pengetahuan.
Kata filsafat pertama kali digunakan oleh Phythagoras (582-496 SM). Arti filsafat pada saat itu belum begitu jelas, kemudian pengertian filsafat itu diperjelas seperti halnya yang banyak dipakai sekarang ini pertama kali digunakan oleh para kaum sophist dan juga Socrates (470-399)[3].Jadi kesimpulannya filsafat itu adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu, dengan mencari sebab-sebab yang terdalam, berdasarkan kekuatan pikiran manusia sendiri dan juga di dasari dengan cinta ilmu pengetahuan.
2.      Hubungan-hubungan Filsafat
Filsafat banyak mempunyai hubungan dengan semuanya karena filsafat merupakan dasar bagi semuanya. Maka penguraian hubungan filsafat yaitu sebagai berikut:
a)      Hubungan filsafat dengan kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata ke-budaya-an berarti budi dan daya. Unsur budi adalah cipta (akal), rasa, dan karsa (kehendak). Kebudayaan adalah hasil budaya atau kebulatan cipta (akal), rasa, dan karsa (kehendak) manusia yang hidup bermasyarakat.
b)     Hubungan filsafat dengan lingkungan
Manusia, masyarakat, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat, juga dengan alam sekitar atau lingkungan.
c)      Hubungan filsafat dengan ilmu pengetahuan
Yang dicari filsafat adalah kebenaran. Demikian juga ilmu pengetahuan dan agama. Kebenaran dalam filsafat dan ilmu pengetahuan adalah kebenaran akal, sedang kebenaran dalam agama adalah wahyu.
d)     Hubungan filsafat dengan agama
Ilmu pengetahuan dan filsafat dapat membantu menyampaikan lebih lanjut ajaran agama kepada manusia, sebaliknya, agama dapat membantu memberi jawaban terhadap problem yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan filsafat.
3.      Manfaat atau Guna Filsafat
Adapun manfaat atau kegunaan filsafat yaitu sebagai berikut:
a)      Melatih diri untuk berpikir kritis dan runtut serta menyususn hasil pikiran tersebut secara sitematis.
b)      Menambah pandangan dan cakrawala yang lebih luas agar tidak berpikir dan bersikap sempit dan tertutup.
c)      Melatih diri melakukan penelitian, pengkajian, dan memutuskan dan mengambil kesimpulan menganai suatu hal secara mendalam dan komprehensif.
d)     Menjadikan diri bersifat dinamis dan terbuka dalam menghadapi berbagai macam problem.
e)      Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa.
f)       Menjadi alat yang berguna bagi manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun orang lain.
g)      Menyadari akan kedudukan manusia baik sebagai pribadi maupun dalam hubungannya dengan orang lain, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa.
h)      Menjadikan manusia lebih taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
C.    Filsafat Ilmu
Setelah kita mengetahui dari pengertian dari atas dan memahami penjelasan tentang filsafat umum tadi, maka kita masuk kedalam filsafat ilmu. Sudah kita ketahui bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu, dengan mencari sebab-sebab yang terdalam, berdasarkan kekuatan pikiran manusia sendiri dan juga di dasari dengan cinta ilmu pengetahuan. Jadi filsafat ilmu kalau dikatakan secara gamblang filsafat ilmu adalah proses berfikirnya manusia dalam mengkaji ilmu untuk memperoleh kebenaran ilmiah tentang objek tertentu.
Dalam pembahasan ini yang akan dijelaskan dalam filsafat ilmu tidak semuanya tapi hanya sebagian yaitu ilmu pengetahuan sebagai system tertutup dan system  terbuka.
Sebelum kita memasuki pembahasan tentang ilmu pengetahuan, perlu kita ketahui bahwa di kalangan para ilmuwan dan para filsuf mereka sepakat ilmu adalah sesuatu kumpulan pengetahuan yang sistematis. Setelah kesepakatan itu diakui maka mulai pulalah bermunculan paham tentang ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu ilmu pengetahuan sebagai system tertutup dan terbuka, maka berikut penjelasannnya:
1.      Ilmu pengetahuan sebagai system tertutup
Di dalam paham ini ilmu merupakan hal yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun baik dari lingkungan dan dari luar. Ilmu dikatakan sebagai hal yang murni dimana ilmu itu mempunyai kedudukan khas dan otonomi sendiri, jadi pengaruh-pengaruh yang datang itu seolah-seolah dikeluarkan melalui pintu-pintu lain dan ilmu pun utuh dan murni tanpa mendapat pengaaruh apapun.
Misalnya yang mempengaruhi dari luar, hal ini dilihat sebagai penyampaian fakta. Bapak postivisme yaitu A. Comte menulis “Setiap ilmu terdiri dari koordinasi fakta”.  Menurut Comte, makin maju ilmu-ilmu, fakta makin bergayut pada metode. Pada pendapat ini sebetulnya tidak terdapat ketegangan antara observasi dan teori. Terdapat masukan fakta dalam ilmu, akan tetapi hal itu tidak menimbulkan masalah mendasar untuk membatasi ilmu. Meskipun system tertutup ini mendapatkan tentangan dari lain tapi paham ini tetap kuat[4]. Jadi kesimpulannya ilmu sebagai system tertutup itu ilmu mempunyai otonomi sendiri dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dari luar dan lingkungan.
2.      Ilmu pengetahuan sebagai system terbuka
Ilmu pengetahuan sebagai system terbuka merupakan paham yang melawan dari system tertutup, paham ini didasari bahwa sebenarnya tidak ada system ilmu yang otonom. Jadi ilmu itu terbuka lebar, karena dihasilkan oleh konteks, yaitu oleh factor entah psikis, social atau bahkan ideologis.
Istilah system terbuka sering dipakai, mula-mula untuk gejala tertentu, kemudian untuk seluruh bangunan ilmu. Antara lain oleh L. Von Bertalanfy dan K. Boulding, pada umumnya istilah ini diterapkan pada organisme hidup. Organisme hidup hanya ada bila:
a)      Bertahan dalam kemandirian
b)      Mengadakan penukaran terus-menerus dengan lingkungan
Jasad (organisme) merupakan system sendiri yang ada lubang masuk. Terdapat pintu bat masukan untuk memasukkan makanan, tenaga (antara lain cahaya) dan informasi (antara lain lewat pengamatan). Terdapat juga pintu keluaran untuk membuang sisa-sisa dan untuk mempengaruhi dunia luar (kegiatan, antara lain tindakan berbahasa). Maka system bersifat amat luwes dan dinamis. Dari satu pihak diusahakan untuk mempertahankan diri, malah memperluas diri (pertumbuhan, perluasan daerah) dari lain pihak, Karena pengaruh dari dunia luar selalu ada perubahan intern (adaptasi dan asimilasi, yang terakhi ini lebih sebagai penyesuaian dunia luar kepada dirinya sendiri. Mulai dari membentuk terumbu karang dan sarang-sarang sampai memetakkan bumi secara ilmiah oleh manusia).
Bagi manusia istilah “system terbuka” mendapat arti yang lebih luas boleh dikatakan bahwa seluruh kebudayaan manusiawi, termasuk pertanian, urbanisasi, permainan, aturan, susila, kesenia, dan agama merupakan bagian dari system terbuka manusiawi, termasuk juga ilmu-ilmu. Ilmu lebih daripada hanya cungkilan kebenaran teoritis melulu. Ilmu-ilmu merupakan serangkaian peta mengenai endapan pengetahuan, namun sekaligus memperluas kemungkinan agar manusia dapat menentukan kiblat. Manusia menyesusaian diri dalam ilmu (adaptasi), namun menaklukan segi-segi dunianya (asimilasi). Dalam arti ilmu merupakan bagian kebudayaan manusiawi bahwa bahkan bagian kebijakan manusiawi seluruhnya[5].
Jadi kesimpulannya ilmu sebagai system terbuka adalah ilmu bersifat menerima apa saja yang ada karena ilmu dihasilkan berdasarkan oleh konteks, yaitu oleh factor entah psikis, social atau bahkan ideologis.


PENUTUP
Istilah system diartikan sebagai suatu konsep yang abstrak. Definisi secara sederhana menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.
Filsafat merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui segala sesuatu hal dengan berfikir, meneliti secara mendalam sesuai kemampuan manusia. Filsafat itu adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu, dengan mencari sebab-sebab yang terdalam, berdasarkan kekuatan pikiran manusia sendiri dan juga di dasari dengan cinta ilmu pengetahuan.
Yang dicari filsafat adalah kebenaran. Demikian juga ilmu pengetahuan dan agama. Kebenaran dalam filsafat dan ilmu pengetahuan adalah kebenaran akal, sedang kebenaran dalam agama adalah wahyu.
Kesimpulan dari ilmu sebagai system tertutup itu ialah ilmu mempunyai otonomi sendiri dan tidak bisa dipengaruhi oleh apapun dari luar dan lingkungan.
Sedangkan ilmu sebagai system terbuka adalah ilmu bersifat menerima apa saja yang ada karena ilmu dihasilkan berdasarkan oleh konteks, yaitu oleh factor entah psikis, social atau bahkan ideologis.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta:PT. Bumi Aksara, 2006).

Sudarsono, Ilmu Filsafat Suatu Pengantar,(Jakarta, PT Rineka Cipta, 2001).
Yuwono dan Lasiyo, Pengantar Ilmu Filsafat (Yogyakarta, Liberty, 1985).
Peusen C.A. Van, Susunan Ilmu Pengetahuan Sebuah Pengantar, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum, 1980).



[1]Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta:PT. Bumi Aksara, 2006, Ct. ke-5, h. 1.
[2]Sudarsono, Ilmu Filsafat Suatu Pengantar,(Jakarta, PT Rineka Cipta, 2001) Ct.ke-2, h. 10.
[3]Lasiyo dan Yuwono, Pengantar Ilmu Filsafat (Yogyakarta, Liberty, 1985), Ct. ke-1, h. 1.
[4]C.A. Van Peusen, Susunan Ilmu Pengetahuan Sebuah Pengantar, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Umum, 1980), h. 63.
[5]Ibid, h. 74-75.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar